Senin, 02 September 2019

GUNUNG KELUD


Gunung Kelud yang berada di wilayah Kediri dan Blitar ini memiliki ketinggian 1731 mdpl. Gunung yang sempat diperebutkan kepemilikannya antara 2 kabupaten tersebut kini telah menjadi destinasi wisata yang cukup menarik khususnya di daerah Jawa Timur. Gunung yang berpredikat gunung paling mematikan di Jawa, dalam catatan sejarah telah menewaskan 5000 orang lebih ini memiliki beberapa destinasi menarik di dalamnya diantaranya Anak Gunung Kelud, Pemandian air panas dan Terowongan Lahar.

Catatan perjalanan Gunung Kelud (Semua Foto dan Video) kali ini dilakukan sebelum terjadinya erupsi / letusan pada tanggal 13 Februari 2014.

Untuk dapat mencapai Gunung Kelud dapat kita capai dari beberapa kota di Jawa Timur. Perjalanan kurang lebih 4 - 5 Jam dari Surabaya atau hanya sekitar 2 - 3 jam dari kota Kediri. Kali ini perjalanan saya tempuh dari ibukota Jawa Timur. Menempuh perjalanan menyusuri jalanan dari kota Surabaya selama 5 jam. Jalanan tampak ramai kala itu tapi tak menyurutkan asa untuk mengunjungi Gunung paling mematikan di pulau jawa ini. Petunjuk arah setelah memasuki wilayah kediri pun terlihat sudah cukup baik, di beberapa titik tampak petunjuk arah menuju Gunung Kelud ini. Akhirnya kami sampai di kaki Gunung Kelud. Jalan yang tersedia cukup lebar dan beraspal mulus. Jalan pun naik turun berkelak kelok dengan jurang jurang yang siap menerima kehadiran kita jika kita tidak waspada dan berhati hati dalam berkendara.

Sudah Gunung Mana Sajakah??
Tidak ada perijinan khusus jika kita ingin berkunjung ke Gunung Kelud, dikarenakan gunung ini telah disulap menjadi tempat destinasi wisata yang menarik dan dapat dikunjungi siapapun juga. Tidak perlu skill pendakian khusus untuk menyapa keindahannya. Siapapun dapat menikmati keindahan alam di gunung ini. Pengunjung akan ditarik retribusi tiket sesuai yang telah ditentukan di gerbang pos masuk kawasan wisata Gunung Kelud sebesar 10 ribu tiap orang, kalau tidak salah.

--- Mysterious Road ---

Mysterious Road
Inilah salah satu keunikan dari Gunung Kelud, adanya Jalan misteri. Untuk mengetahui tempat ini cukup gampang dikenali karena di pinggir jalan telah dibangun sebuah Gapura yang akan menunjukkan keberadaandari Mysterious Road, Di gapura ini juga telah lengkap dengan tata cara jika kita ingin menikmati sensasi berkendara di jalan ini. Jalan ini adalah sebuah tempat yang memiliki keunikan karena gravitasinya. Jika anda ingin membuktikannya, pastikan bahwa keadaan cukup sepi dan aman dari kendaraan lainnya, kemudian matikan kendaraan anda dengan porseneling netral (nol). Kemudian rasakan kendaraan anda akan bergerak sendiri tanpa bantuan mesin walaupun keadaan jalan menanjak.

Melanjutkan perjalanan kembali kita akan jalanan akan semakin naik turun dengan kelokan kelokan tajam, disini keahlian kita dalam berkendara akan cukup diuji. Tapi tenang saja jalanan sangat mulus dan lebar. Tampak dari jauh dinding kaldera Gunung Kelud tampak gagah menyapa kedatangan kita.Suhu dingin pun mulai membelai lembut tubuh kita. 

Sepanjang Perjalanan
Sampai di Parkir Kawasan Gunung Kelud tak membuang waktu kita segera berjalan menuju puncak kaldera. Fasilitas di kawasan ini sudah cukup lengkap terdapat jejeran warung yang menjajakan berbagai kuliner pengganjal perut, musholla dan MCK pun tampak terawat. Dan bahkan pada saat ini Kawasan wisata Gunung Kelud ini sedang genncar gencarnya dipromosikan oleh Kabupaten Kediri sebagai Wisata malam Kelud. Yang saya perhatikan sudah banyak instalasi listrik yang terpasang disekitaran Anak Kelud dan sepanjang jalan setapak di kawasan ini, dan saya pun sempat membayangkan keindahan Gunung Kelud pada malam hari, namun sayang pada kesempatan kali ini saya belum sempat menikmatinya karena keterbatasan waktu yang ada. Sebagai gantinya saya ambilkan satu foto yang saya dapatkan dari google akan keindahan Kelud malam hari.

Gunung Kelud Malam hari (Sumber)

Dalam perjalanan kita akan melewati sebuah terowongan panjang yang menembus dinding kaldera. Terowongan ini dibangun pada jaman Belanda untuk membuang air dari dalam kawah gunung kelud. Banyak terowongan buatan belanda di dalam kaldera kelud ini sampai sekarang pun masih berfungsi sama. Kenapa ada terowongan terowongan di badan Gunung Ini berikut saya ceritakan sedikit sejarah letusan dari Gunung Kelud yang saya ambil dari beberapa sumber.



---Sejarah Letusan ---

Gunung ini memiliki tinggi 1.731 mdpl dengan bentuk strato dan masuk ke dalam kategori gunung berapi aktif tipe A dengan letusan eksplosif. Sepanjang sejarahnya, Gunung Kelud sudah beberapa kali meletus seperti pernah terjadi pada tahun 1586, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Dengan melihat pola letusan tersebut, para ahli menyimpulkan jika Kelud memiliki siklus 15 sampai 30 tahun untuk meletus. Letusan Gunung Kelud yang paling banyak menimbulkan korban jiwa adalah letusan di tahun 1586 dengan jumlah korban meninggal mencapai 10.000 jiwa. Kebanyakan korban yang meninggal oleh letusan Kelud karena terseret oleh lahar letusan. Hal itu bisa terjadi karena kawah Gunung Kelud berisi air dan membuat letusan yang terjadi mengeluarkan air lalu mengalir deras menuju desa-desa yang sungainya berhulu di Kelud.

Pada tahun 1905, suatu tanggul dibangun oleh administrasi lokal Belanda sepanjang sungai Badak untuk mengalihkan lahars ke kota Blitar. Ketika letusan yang berikutnya terjadi, tanggul ini terbukti tidak efektip dengan dihanyutkan oleh lahar letusan 1919. Lahar 1919 yang menempuh perjalanan sejauh 38 kilometer kurang dari suatu jam dan menghancurkan suatu wilayah lebih dari 15,000 hektar, membinasakan ratusan kampung dan membunuh 5160 orang. Letusan yang dramatis pada bulan Mei 1919 ini mendasari Survey Vulkanologi untuk memutuskan tugas yang pertama untuk mengalirkan air danau kawah melalui suatu terowongan.

Variasi Kontur Kawah Gunung Kelud (Sumber)

Pekerjaan engineering dimulai pada September 1919 dan perlu beberapa tahun untuk diselesaikan. Rencana awal adalah menggali suatu terowongan sepanjang 955m. Ketika pekerjaan dimulai, danau kawah masih kering dan penggalian terowongan dimulai dari kedua sisi dari dinding kawah (Bemmelen van, 1949). Oleh karena temperatur yang tinggi yang di area kerja penggalian (46°C), terowongan waktu itu belum diselesaikan di 1923. Pada waktu itu danau kawah telah separuh penuh (22 juta m3). Suatu banjir lumpur dan kerikil yang mendadak memenuhi terowongan membunuh lima pekerja, sehingga pekerjaan dihentikan. Rencana baru diputuskan untuk menurunkan level danau secara progresif dengan pengeboran 7 terowongan paralel dan menggunakan suatu pipa sifon untuk mengalirkan air danau. Pekerjaan ini akhirnya diselesaikan th 1926 dan sukses menurunkan volume danau sampai kurang dari 2 juta m3. Kelud mungkin merupakan salah satu yang pertama dan contoh yang paling ambisius dari suatu pekerjaan rancang-bangun yang dibuat di suatu gunung api untuk mengurangi ancaman dari suatu danau kawah.

Proyek Pembuatan Terowongan Lahar Gunung Kelud (Sumber)

Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status "awas" (tertinggi) dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.

Bekas Terowongan Lahar

Akibat aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah Kelud dengan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus "tumbuh" hingga berukuran selebar 100 m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.

Sebelum Letusan Tahun 2007

Setelah Letusan Tahun 2007
Oke.. begitulah catatan sejarah dari Gunung paling mematikan di pulau jawa ini. Melangkah keluar dari terowongan kita akan langsung masuk di kawasan dasar kaldera Kelud. Dari sini kita dapat menikmati tebing kaldera kelud yang mempesona. tebing ini tampak kokoh dan seakan menyimpan cerita besar di masa lalu akibat letusan besarnya. 

Indahnya Kaldera Kelud
Melangkah kembali kita akan menemui sebuah pertigaan dengan penunjuk arah yang lengkap, dimana kalau kita berbelok ke kiri kita akan menuju Gardu pandang di atas kaldera dan lurus adalah menuju anak gunung kelud. Kami mengambil arah lurus untuk menikmati fenomena anak kelud terlebih dahulu. Tak lama berjalan nampak anak kelud dengan warna hitam gagahnya menyambut kedatangan kami. Dan inilah keindahan dari dasar Kaldera Gunung Kelud. 



Setelah puas menikmati keindahan dari dasar kaldera dan melepas lelah setelah perjalanan panjang menempuh perjalanan kami putuskan untuk segera naik ke Gardu pandang. Untuk menuju gardu pandang ini kita harus menapaki ratusan anak tangga. Kemiringan trek ini bervariasi antara 45 - 60 derajat. Perjalanan yang kami tempuh 40 menit dari bawah, memang tak sebegitu jauh tapi sangat menguras tenaga. Anak tangga yang mirip dengan yang ada di Bromo namun dengan tanjakan yang lebih kejam dan sekilas jika dilihat dari atas berkelak kelok seperti di Tembok Cina.



Setelah melahap ratusan anak tangga dengan jantung yang berdegup kencang akhirnya kami dapat menikmati keindahan Gunung Kelud dari ketinggian. Memang ketinggian itu memberikan pesona yang tak ada tandingannya. Dari sini kita dapat melihat secara 360 derajat keindahan gunung ini. Dinding dinding kaldera yang hijau menyejukkan mata, Anak gunung kelud tampak dibawah sedikit mengeluarkan asap fumarol, Kabut dingin pun menerjang tubuh kami yang tampak kecil di alam yang megah ini.


GUNUNG GEDANG

air merambat gunung gedang blitarJadi ini to yang disebut-sebut sebagai Air Terjun Gunung Gedang?? Ini sudah bukan lagi air terjun, mungkin lebih cocok disebut air merambat.
Tidak! Kami sama sekali tidak kecewa dengan pencapaian perjalanan kali ini. Ini justru bisa menjadi destinasi wisata janis baru di Blitar. Di Nganjuk saja ada Air Merambat Roro Kuning, lalu jika sekarang di Blitar ada Air Merambat Gunung Gedang  mengapa tidak?? ðŸ˜€
Lokasi air merambat ini berada di balik Gunung Gedang dan aliranya merambat turun ke Kali Putih. Oleh karenanya air merambat ini hanya dapat dituju dengan menyisir Kali Putih.
kali putih blitar (1)
Kali Putih Blitar
Menyisir Kali Putih sebenarnya sangat berbahaya. Kali Putih merupakan salah satu aliran sungai lahar Gunung Kelud. Sewaktu-waktu bisa saja terbentuk aliran lahar dingin di sungai ini, terutama saat musim penghujan. Jadi kalau mau lebay sedikit, sebenarnya perjalanan kali ini adalah perjalanan antara hidup dan mati, mengingat perjalanan ini kami lakukan di bulan Desember. Hehehe…
kali putih blitar (2)
Menyusuri kantong lahar Kali Putih
Kami menyisir Kali Putih dengan berjalan kaki. Selama penyisiran yang kami lihat hanyalah hamparan material pasir dan batu Gunung Kelud. Hii.. cukup menyeramkan. Di kanan kiri kami hanya ada tebing-tebing curam, sehingga kalau terjadi lahar dingin.. ya habis lah kami.. Namun di balik resiko yang besar tentunya selalu ada sesuatu yang mengesankan. Berjalan diapit tebing-tebing seperti ini sungguh memberikan suasana yang lain. Megahnya tebing-tebing tersebut membuat kami serasa kecil dan tentunya membuat kami semakin takjub dengan kuasa Sang Pencipta Alam. Rasa takjub ini terus menemani hingga akhirnya kami sampai di lokasi air merambat.
air merambat gunung gedang blitar (1)
Di kemudian hari spot ini dikenal pula dengan sebutan Air Terjun Kucur Tretes
Kami memang tidak berlama-lama di sini. Segera bergegas adalah pilihan yang tepat sebelum cumulo nimbusmengepung dan menghujani kami. Kalau hanya berjalan kaki saja, kami pasti akan segera tersapu hujan. Okelah numpang truk pasir adalah jawabannya. Perjalanan penuh resiko ini pun diakhiri dengan resiko.
kali putih blitar (4)Kenggronjalan di atas truk!! = KLIMAKS perjalanan ini!!

GUNUNG GEMBLUNG

Informasi Umum

 

Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek adalah salah satu tempat wisata yang berada di desa kendalrejo, kecamatan durenan, kabupaten trenggalek, provinsi jawa timur, negara indonesia.  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.
Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk  dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota trenggalek tidak mengunjungi wisata alam  yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.
Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya.  Keindahan  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek  ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat   Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek  di kota trenggalek.

Lokasi

 

Dimana lokasi  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek ? seperti yang tertulis di atas lokasi  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek terletak di desa kendalrejo, Kecamatan durenan, Kabupaten trenggalek, Provinsi jawa timur.
Tetapi jika anda masih bingung di mana lokasi atau letak  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek  saya sarankan anda mencari dengan mengetik  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek di search google maps saja. Di Google maps sudah tertandai dimana lokasi yang anda cari tersebut.

Daya Tarik

 

Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah kendalrejo juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing.
Kota trenggalek juga terkenal akan keindahan obyek wisatanya , salah satu contohnya adalah  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek ini.  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek adalah  sebuah gunung yang sering dijadikan sebagai tempat untuk melepas penat, tempat penjelajahan para pecinta alam, atau sekedar dijadikan tempat untuk menghirup udara segar pegunungan di pagi hari.
Gunung Gemblung merupakan sebuah gunung yang berada di sebelah barat laut Kecamatan Durenan, Trenggalek. Bagi masyarakat sekitar Trenggalek mungkin nama Gunung Gemblung ini sudah tidak asing lagi didengar.
Karena gunung ini memang sudah sering dijadikan sebagai tempat untuk melepas penat, tempat penjelajahan para pecinta alam, atau sekedar dijadikan tempat untuk menghirup udara segar pegunungan di pagi hari, Karena gunung ini sendiri menawarkan panorama alam yang mengagumkan.
Panorama alam yang dimiliki Gunung Gemblong dapat menyegarkan mata kita dari padatnya tumpukan-tumpukan kertas diatas meja kerja kita, gunung gemblung durenan diapit oleh dua buah tebing gunung tinggi nan kokoh di sebelah barat dan timur.
Dibagian bawah terdiri dari bebatuan-bebatuan besar dan kecil yang menghiasi aliran sungai yang mengalir dari atas pegunungan. Tepat dibawah dua sisi tebing ini terdapat lahan-lahan warga yang biasa mereka tanami kacang atau ketela.

Fasilitas

 

Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek bisa dibilang sebuah wisata alam yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :
– Area Parkir kendaraan
– Mushola
– Kamar mandi / MCK
– rumah makan
– dan masih banyak lainnya

Transportasi

 

Bagi wisatawan asal kota trenggalek sudah tidak bingung lagi untuk mendatangi lokasi  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek. Akan tetapi bagaimana bagi wisatawan luar kota bahkan luar negeri, tentu mereka bingung dan takut kesasar. Tapi jangan khawatir bagi wisatawan luar kota trenggalek saya mempunyai solusinya agar anda semua tidak kesasar.
Tentunya sarana transportasi apa yang anda pakai untuk berwisata ke  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek dengan memakai kendaraan pribadi seperti : Mobil atau motor pribadi. Anda bisa meminta panduan arah ke  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek di google maps yang terpasang di smartphone anda. Karena memakai kendaraan pribadi akan lebih menyenangkan dari pada memakai kendaraan umum.
Akan tetapi jika anda memakai kendaraan umum seperti : bis umum atau angkutan lainnya juga bukan masalah besar, pasalnya anda bisa berhenti di terminal bus kota atau desa tujuan anda. Setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek ataupun kendaraan pribadi anda menuju lokasi  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek tersebut.

Saran dan Tips

 

Saran dan tips sebelum menuju ke tempat  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek,anda perlu mempersiapkan keperluan yang akan butuhkan. Serta beberapa barang tambahan seperti  kamera karena anda pasti ingin mengabadikan moment bersama kelurga ataupun teman – teman anda.
Jangan lupa bawa perlengkapan kesehatan (contohnya adalah sabun,tissue basah, sampo, antiseptik). Siapkanlah fisik dan kendaraan anda supaya liburan anda berjalan dengan lancar.Jaga kondisi diri anda dan selalu berhati – hati.

Peta Lokasi

 

 

 

Demikianlah sedikit ulasan mengenai  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek yang dapat saya informasikan di web https://ihategreenjello.com. Semoga bisa menginspirasi anda semua untuk mencoba berwisata ke  Wisata Gunung Gemblung Durenan di Trenggalek Sebagai referensi inilah kumpulan wisata wisata terindah di kota trenggalek  dan  Semoga informasi yang saya berikan bisa bermanfaat untuk anda semua.

GUNUNG JOMPONG

Menakjubkan! Batu Peninggalan Purbakala di Gunung Jompong Trenggalek
Di pertengahan dua tahun lalu, saya pernah telusur desa di Barat Trenggalek. Menelusuri desa-desa di Barat Trenggalek ini, saya bersama oleh Misbahus Surur, dan Bonari Nabonenar. Kami bertiga melakukan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor. Bagi saya ini kali pertama saya melewati jalan-jalan desa di barat kabupaten ini.

Perjalanan ini bagi saya sangatlah berkesan. Selain melihat keindahan alam di sekitar gunung di Barat kabupaten, saya bisa melihat bebatuan yang membentuk diagonal (segi lima) pada ujung batu itu. Batu itu nampak terpisah dari bongkahan batu satu dengan batu yang lain. Namun nyatanya, batu tersebut masih melekat dan menjadi satu dalam satu susunan batu.

Waktu itu, Surur dan Bonari sepakat, bahwa batu ini mirip situs batu Gunung Pajang, yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sementara di Kabupaten Trenggalek, situs batu yang diduga peninggalan purbakala di temukan tersebar di Gunung Jompong, di Desa Sukokidul, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Saat saya berkunjung di sana, di awal Bulan September 2016, ratusan bebatuan baik yang sudah terpisah dan tergeletak di hamparan lahan milik petani maupun yang masih merekat di antara bebatuan itu nampak berdiri kokoh. Batu Jompong ini tersebar di lahan seluas sekitar 15 hektar milik Perhutani dan terletak sekitar 26 kilometer sebelah barat Kota Trenggalek.

Namun sebelum sampai di lokasi Gunung Jompong, kami sempat bertanya masyarakat sekitar untuk memastikan lokasi ini tidak salah. Sebenarnya, Mas Surur sudah terlebih dulu bertandang di Gunung Jompong ini. Namun, ia sudah sedikit lupa. Karena ia kesini sudah satu tahun setelahnya. Karena itu, untuk memastikan bahwa gank yang ingin kami lewati, maka kami bertanya warga yang kebetulan rumahnya berada di depan gank atau gapura masuk di lokasi Gunung Jompong itu.

<amp-img alt=
<amp-img alt=
Setelah yakin, kami pun menuju di sebuah gank, jalan masuk perkebunan atau ladang milik warga. Jarak lokasi situs batu Jompong dengan pemukiman penduduk Des Sukokidul sekitar 300 meter. Namun untuk sampai di lokasi tersebut, kami terlebih dulu melintasi jalan setapak yang licin kala hujan.

Untuk menuju di lokasi bebatuan itu, kami tidak perlu berjalan jauh, karena kendaraan yang kami tunggangi bisa kami parkir tidak jauh dari lokasi batu Jompong itu. Kami pun tanpa dikomando satu sama lain, berjalan dan mendekati bongkahan batu itu. Kami naik di lahan Gunung Jompong itu, dan melihat batu yang membentuk seperti pilar-pilar panjang.

Semakin naik semakin banyak bebatuan. Namun, ada yang tertanam dengan bertumpukan dan ada yang terpisah-pisah. Di atas bagian puncak, juga ditemukan batu yang biasa digunakan sebagai tempat ritual. Kami mendekat dan tidak ketinggalan untuk mengabadikan di gawai kami. Pemandangan indah dengan landscap batu itu.

Batu itu seperti memiliki satu batas yang tidak menyatu, tetapi masih merekat jadi satu. Di antara batu-batu yang memanjang membentuk persegi panjang dengan ujung membentuk diagonal, ada pula batu yang ukurannya besar dan seperti tembok. Tak jauh dari lokasi tersebut, juga ditemukan batu yang seperti tulang yang sudah patah. Sebagian patahnya tetanam di tanah dan separuhnya tergeletak berdekatan dengan batuan lainnya.

Jika bentuk batu di Gunung Padang hampir merata bentuknya persegi panjang. Di Gunung Jumpong, memiliki beragam bentuk, seperti lonjoran, lingga, pipih bulat bahkan ada yang seperti tulang. Ada batu besar yang permukaan atasnya ukuran sekitar 3,5 x 5 meter. Ada batu yang berdiri agak miring dengan motif bergaris seperti pilar-pilar yang menyatu. Bebatuan itu tersebar di sekitar lokasi kami. Mulai dari atas hingga menurun sekitar 100 meter dan letaknya tidak beraturan.

"Batu-batu ini sudah lama ada di sini," kata orang yang kami tanyai tadi, tapi saya sudah lupa nama dari orang tersebut. "Tidak tahu siapa yang pertama kali menemukannya. Tapi dari dulu masyarakat sudah tahu ada bebatuan, cuma dianggap seperti batu biasa," tuturnya. Dan tidak ada yang mengetahui siapa yang pertama kali menemukan 'situs' batu di Desa Jombok, Kecamatan Pule ini.

Setelah kami merasa puas melihat-lihat situs batu, yang diduga peninggaln purbakala ini, kami pun melakukan perjalanan dengan menyusuri kecamatan yang berada di Barat Kota Trenggalek ini. Apakah ada kaitannya bebatuan tersebut sebagai tempat peribadatan atau pemukiman manusia purbakala. Diperlukan riset yang mendalam untuk pertanyaan tersebut. Situs batu di Gunung Jompong ini menjadi destinasi yang menarik dan patut untuk dikunjungi.[]

GUNUNG SUROWITI

Wisata Gunung Surowiti Gresik adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Wisata Gunung Surowiti Gresik adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.
Wisata Gunung Surowiti Gresik memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota Gresik tidak mengunjungi wisata Gunung Surowiti Gresik yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.
Wisata Gunung Surowiti Gresik sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya.  Keindahan wisata Gunung Surowiti Gresik ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat wisata Gunung Surowiti di kota Gresik. 

Lokasi

Dimana lokasi Wisata Gunung Surowiti Gresik ? seperti yang tertulis di atas lokasi terletak di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Tetapi jika anda masih bingung di mana lokasi atau letak Wisata Gunung Surowiti Gresik saya sarankan anda mencari dengan mengetik Wisata Gunung Surowiti Gresik di search google maps saja. Di Google maps sudah tertandai dimana lokasi yang anda cari tersebut.

Daya Tarik

Wisata Gunung Surowiti Gresik merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Gresik juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Gresik juga terkenal akan Wisata Gunung Surowiti Gresik yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Gunung Surowiti merupakan obyek wisata religi ini berada di ketinggian 260 m dari permukaan laut. Gunung Surowiti merupakan petilasan Sunan Kalijaga yang berada di Desa Surowiti, Panceng-Gresik. Jaraknya kurang lebih 40 km dari kota Gresik dan dari pertigaan jalan raya masih sekitar 4 kilometer lagi. Petilasan di puncak Bukit Surowiti dicapai dengan melewati beberapa kelompok anak tangga yang jumlahnya ratusan, terpisah-pisah oleh rumah penduduk dan tanah-tanah perbukitan.
Para pengunjung akan menjumpai lahan-lahan kosong yang dipenuhi hutan jati, dan persawahan milik warga desa. Disana anda akan terasa senang bisa mampir ke Gunung Surowiti, karena di Gunung Surowiti terdapat berbagai wisata juga, seperti Petilasan Kali Buntung, Makam Mpu Supa, Makam Raden Bagus Mataram, Petilasan Tapa Ngluweng (Tapa Kubur) Sunan Kalijaga dan Goa Langseh.
Gunung Surowiti merupakan obyek wisata religi ini berada di ketinggian 260 m dari permukaan laut. Gunung Surowiti merupakan petilasan Sunan Kalijaga yang berada di Desa Surowiti, Panceng-Gresik. Jaraknya kurang lebih 40 km dari kota Gresik dan dari pertigaan jalan raya masih sekitar 4 kilometer lagi. Petilasan di puncak Bukit Surowiti dicapai dengan melewati beberapa kelompok anak tangga yang jumlahnya ratusan, terpisah-pisah oleh rumah penduduk dan tanah-tanah perbukitan.
Para pengunjung akan menjumpai lahan-lahan kosong yang dipenuhi hutan jati, dan persawahan milik warga desa. Disana anda akan terasa senang bisa mampir ke Gunung Surowiti, karena di Gunung Surowiti terdapat berbagai wisata juga, seperti Petilasan Kali Buntung, Makam Mpu Supa, Makam Raden Bagus Mataram, Petilasan Tapa Ngluweng (Tapa Kubur) Sunan Kalijaga dan Goa Langseh. 29 Daftar Tempat Wisata di Gresik Jawa Timur Harus Anda Kunjungi

Fasilitas

Wisata Gunung Surowiti Gresik bisa dibilang sebuah wisata religius yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :
– Area Parkir kendaraan
– Mushola
– Kamar mandi / MCK
– Tempat Istirahat
– dan masih banyak lainya

Transportasi

Bagi wisatawan asal kota Gresik sudah tidak bingung lagi untuk mendatangi lokasi wisata Gunung Surowiti Gresik. Akan tetapi bagaimana bagi wisatawan luar kota bahkan luar negeri, tentu mereka bingung dan takut kesasar. Tapi jangan khawatir bagi wisatawan luar kota Gresik saya mempunyai solusinya agar anda semua tidak kesasar. Tentunya sarana transportasi apa yang anda pakai untuk berwisata ke Gunung Surowiti Gresik dengan memakai kendaraan pribadi seperti : Mobil atau motor pribadi. Anda bisa meminta panduan arah ke wisata Gunung Surowiti Gresik di google maps yang terpasang di smartphone anda. Karena memakai kendaraan pribadi akan lebih menyenangkan dari pada memakai kendaraan umum. Akan tetapi jika anda memakai kendaraan umum seperti : bis umum atau angkutan lainnya juga bukan masalah besar, pasalnya anda bisa berhenti di terminal bus Panceng. Setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek ataupun kendaraan pribadi anda menuju Desa Surowati, kemudian lanjut dengan berjalan kaki sekitar 200 meter hingga sampai di lokasi Gunung Surowiti tersebut.

Saran dan Tips

Saran dan tips sebelum menuju ke tempat wisata Gunung Surowiti Gresik, anda perlu mempersiapkan keperluan yang akan butuhkan seperti membawa bekal,air minum, dan lainnya. Serta beberapa barang tambahan seperti  kamera karena anda pasti ingin mengabadikan moment bersama kelurga ataupun teman – teman anda. Jangan lupa bawa perlengkapan kesehatan (contohnya adalah sabun, tissue basah, obat-obatan, antiseptik). Siapkanlah fisik dan kendaraan anda supaya liburan anda berjalan dengan lancar. Jaga kondisi diri anda dan selalu berhati – hati.

Peta Lokasi

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Wisata Gunung Surowiti Gresik yang dapat saya informasikan di web https://ihategreenjello.com. Semoga bisa menginspirasi anda semua untuk mencoba berwisata ke Gunung Surowiti Gresik. Sebagai referensi inilah kumpulan wisata wisata terindah di kota Gresik, Jawa Timur. Semoga informasi yang saya berikan bisa bermanfaat untuk anda semua.

GUNUNG RINGGIT

Gunung Ringgit merupakan sebuah gunung yang terdapat di Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan memiliki ketinggian 1.250 meter. Gunung Ringgit juga dikenal dengan nama Gunung Putri Tidur, karena bentuknya yang jika dilihat dari jauh seperti wajah seorang putri yang sedang tertidur. Di gunung ini juga terdapat sebuah makam seorang bangsawan muslim dari Situbondo, yaitu Raden Condro Kusumo.
Walaupun ketinggian gunung ini hanya 1.250 mdpl, namun jalur pendakian gunung ini bisa dikategorikan sulit, karena para pendaki akan dihadapkan dengan tebing yang tingkat kemiringannya dapat mencapai 90 derajat. Oleh karenanya, keterampilan panjat tebing sangat dibutuhkan dalam pendakian gunung ini. Selain itu, di jalur pendakian juga terdapat anak tangga yang disiapkan untuk para peziarah yang ingin menuju Makam Raden Condro Kusumo.
Di jalur pendakian gunung ini, akan banyak sekali dijumpai para peziarah yang ingin menuju makam1 atau makam2 untuk berziarah ke makam Raden Condro Kusumo. Kebanyakan dari para peziarah juga akan bermalam di makam 2 tersebut karena ada beberapa pondok/rumah yang biasa digunakan untuk bermalam para peziarah. Disana juga terdapat toilet dan sumber air yang sangat melimpah.

Selama ini, seringkali ketika kita mendaki gunung, kita tidak berjalan dari 0 mdpl namun pada gunung ringgit ini kita akan mendaki dimulai dari garis pantai -+ 0 mdpl. Itu yang akan menambah kemenarikan pendakian ini. View dari puncak, kita akan dihadapkan pada luasnya laut yang menghadap ke pulau madura. Sedangkan dibelakang kita hamparan pegunungan yang terlihat berlapis-lapis. Jika cuaca cerah kita akan melihat juga Puncak Gunung Raung, Gunung Agung, Gunung Suket dan Gunung Baluran.
Hewan yang banyak menghuni gunung ringgit ini adalah Monyet Pantai, Lutung Hitam (Monyet Caron) dan Babi Hutan (Celeng). Hati hati terhadap logistik dan barang bawaan anda karena Monyet pantai ini seringkali usil dan akan banyak anda temui ketika berada di puncak setelah matahari terbit(Sunrise)

Akses Gunung Ringgit 1250 mdpl via Caron :
– Terminal Surabaya – Terminal Besuki (Situbondo) Naik Bus  [5 Jam] – Terminal Besuki – Carron, Situbondo (SDN 4 Klatakan) atau biasa dikenal dengan sebutan SD Carron. Naik mini bus  [20 menit] – Jalur Pendakian berada disebelah kiri SDN 4 Klatakan. Masuk sekitar 200m jalan paving selanjutnya akan menemui jalan berbatu. [4 menit ] – Dari Pemukiman Warga – Makam 2 Petunjuknya tinggal mengikuti kabel listrik yang menuju makam 2. [1 jam] – Makam 2 – Puncak So’on mengikuti petunjuk anak panah [4 Jam] *jalur menuju puncak dari makam 2, berada pas sebelum makam Raden Condro Kusumo/ Setelah Pohon Besar. Ke arah kanan (ada pohon kelapa).
Ayo ke Gunung Ringgit, Situbondo, Jawa Timur… Semua akan terbayarkan oleh keindahan alamnya…..

GUNUNG KURSI


Bagi Anda yang suka traveling, Pura Batu Kursi Buleleng lah yang cocok untuk Anda kunjungi sebab tempat  tersebut cukup terkenal bagi para kalangan penikmat perjalanan atau traveler. Sebab terdapat barisan-barisan bukit.
Pada puncak Batu Kursi aslinya terdapat sebuah pura kecil dan banyak juga umat Hindu tangkil datang ke Pura tersebut. Dan jika Anda berkunjung ke sana jangan lupa membawa bekal minuman karena untuk sampai pada puncak bukit, Anda harus melewati ribuan Anak tangga. Namun, Anda harus yakin selama melewati anak tangga tersebut kesulitan dan rasa capek akan terobati dengan adanya suasana disekelilingnya yang sangat indah sekali.
Jarak parkir dengan lokasi tangga kurang lebih hanya 50 meter saja. Dan jika Anda ingin menuju kawasan bukit yang sudah ada tangganya, maka Anda perlu membeli tiket dulu dengan harga Rp 5.000 untuk satu orang dan Anda juga akan mengisi buku tamu yang telah diberikan oleh petugas jaga di sana. Namun, harga tersebut hanya untuk tamu lokal. Mungkin untuk bule harganya akan berbeda. Setelah membeli tiket Anda langsung saja menuju tangga untuk mendaki bukit. Tangga di sana juga lumayan banyak sehingga cukup bisa menguras tenaga kalau naik ke sana pada siang hari dengan terik matahari  yang begitu menyengat.
Pemandangan dari kecamatan Gerokgak dan sekitarnya akan menjadikan Anda akan memanjakan mata untuk memandangnya. Sebab, panorama biru teluk pemuteran terlihat sangat indah dengan sejumlah perahu tradisional yang sedang bersandar terlihat sangat kecil dan juga perahu-perahu yang lalu lalang di atas birunya laut.
Pada waktu liburan tiba, Bukit Kursi tersebut akan selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara. Para wisatawan domestik banyak berdatangan dari luar kabupaten Buleleng. Sementara para wisatawan asing yang sering berkunjung ke daerah tersebut biasanya untuk menyusuri jalur trekking. Dan sebenarnya di bukit Kursi berdekatan dengan tempat wisata lain seperti pulau menjangan. Maka, setelah lelah mendaki bukit Kursi Anda bisa langsung menikmati alam bawah laut di Desa Pemuteran melalui snorkeling ataupun diving.
Kemudian disebelah timur kawasan bukit Kursi ini adalah kawasan latihan militer milik TNI. Dan beberapa lokasi untuk latihan militer juga terdapat dibelakang perbukitan Pura Pelaki yang berdekatan dengan Pura Melanting.
Jika Anda berkunjung ke Bukit Kursi tersebut akan merasakan suasana yang berbeda ketika pada dua musim yang berbeda. Jika Anda berkunjung pada waktu musim kemarau, kawasan ini sangat kering keronta-ronta tetapi tetap memunculkan keindahan dari Bukit Kursi tersebut. Jika Anda berkunjung pada waktu musim penghujan, bukit tersebut akan sangat hijau dan padang savanna akan tumbuh di mana-mana di seluruh perbukitan.
Dan bila Anda ingin datang ke bukit Kursi tersebut tidak perlu khawatir sebab di sana sudah tersedia beberapa fasilitas seperti parkir yang luas, toilet untuk para pria dan wanita. Di sana juga terdapat warung yang telah menyediakan berbagai macam makanan dan juga terdapat rental PS bagi Anda yang hobi bermain PS.
Saran untuk Anda yang mau mengunjunginya jangan membuang sampah sembarangan, sebab di atas tidak ada tong sampah. Maka jika Anda menikmati makan di atas tolong Anda bawa turun sampahnya. Dan jika Anda membuang sampah sembarangan akan menjadikan tempat tersebut tidak nyaman.
Itulah tadi beberapa penjelasan tentang Bukit Kursi yang bisa Anda nikmati dengan keindahan dan kenyamanan yang baik sekali.
Selamat mencoba.